Mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan dan cara yang baik untuk tetap sehat dan bahagia, karena memberikan banyak kesempatan untuk mendapatkan sinar matahari, udara segar, dan berolahraga. Namun, aktivitas fisik membuat Anda rentan terhadap dehidrasi, yang dapat membuat pendakian kurang menyenangkan dan bahkan berbahaya. Setiap pendaki perlu menjaga hidrasi sebelum, selama, dan setelah pendakian agar tetap aman.
Secara umum Dehidrasi merupakan kondisi tubuh yang muncul
akibat tubuh kehilangan cairan dan ketidakseimbangan mineral elektrolit. Bila
dibiarkan begitu saja, dehidrasi akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan
serius.
Agar Anda terhindar dari dehidrasi, ada beberapa tips yang
bisa Anda lakukan!
1. Minum Air Sebelum Mendaki
Sebelum memulai pendakian, Anda sebaiknya minum satu atau dua gelas air. Tubuh Anda baru mulai merasa haus ketika kadar air dalam tubuh sudah rendah, artinya Anda tidak perlu menunggu sinyal "haus" dari tubuh sebelum minum. Sebaliknya, cegah kadar air dalam tubuh Anda turun dengan minum air sebelum mendaki. Membangun kebiasaan hidrasi jangka panjang dalam hidup Anda akan membantu Anda berada dalam kondisi paling bugar dan sehat sebelum mendaki.
2. Bawa Makanan & Air (dan Pastikan Mudah Diakses)
Siapa pun yang akan melakukan perjalanan mendaki gunung
harus membawa makanan dan air yang cukup. Air menjaga tubuh tetap terhidrasi,
sementara makanan adalah sumber utama bahan bakar dan garam (elektrolit) bagi
tubuh – Anda membutuhkan keduanya untuk mencegah dehidrasi. Camilan yang
dikemas individual, energy bar, makanan kering, dan air minum dalam botol
biasanya cukup untuk seseorang yang melakukan pendakian sehari, kecuali jika
perjalanan tersebut mencakup waktu makan.
Untuk pendakian yang lebih panjang dan berat, Anda mungkin
juga perlu membawa tablet elektrolit. Berkeringat menyebabkan Anda kehilangan
elektrolit, yang dapat membuat pendakian lebih sulit. Menambahkan tablet
elektrolit atau minuman olahraga ke dalam ransel Anda adalah cara mudah untuk
tetap dalam kondisi prima.
3. Minumlah Air Sebelum Merasa Haus
Anda tidak boleh menunggu sampai haus baru minum air, karena itu berarti Anda sudah dehidrasi dan tidak dapat beraktivitas dengan optimal. Anda harus mengganti cairan dan elektrolit dengan minum setengah hingga satu liter air setiap jam saat mendaki. Anda mungkin perlu minum lebih banyak tergantung pada suhu dan intensitas pendakian (misalnya, mendaki di lingkungan yang lebih hangat meningkatkan kebutuhan asupan air Anda).
4. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi Setelah Mendaki
Jangan berhenti minum saat Anda berhenti mendaki. Anda harus
terus mengonsumsi cairan bahkan setelah menyelesaikan pendakian untuk mengganti
air dan elektrolit yang hilang. Karena rasa haus selalu meremehkan kebutuhan
cairan tubuh Anda, minumlah lebih banyak dari yang Anda kira perlu.
Jika Dehidrasi Menyerang?
Pencegahan selalu merupakan pengobatan terbaik, tetapi jika Anda atau seseorang dalam rombongan Anda mengalami dehidrasi serius, pastikan Anda memiliki perlengkapan pertolongan pertama dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menanganinya. Garam Hidrasi oral adalah tambahan ringan untuk kotak P3K Anda yang terbukti membantu tubuh Anda menyerap dan mempertahankan cairan dengan lebih efektif. Jika Anda akan melakukan petualangan panjang, menambahkan ini ke dalam tas Anda dapat membuat perbedaan besar.
